Tingkatkan Level Literasi, Ares Kembangkan PTS Menulis Opini di Koran

oleh -
Tingkatkan Level Literasi, Ares Kembangkan PTS Menulis Opini di Koran
Wakil Kesiswaan dan Guru Sosiologi SMAN 1 Manggar, Ares Faujian.

BELITONGEKSPRES.CO.ID, MANGGAR – Guru SMAN 1 Manggar, Ares Faujian sukses dengan praktik terbaik “Kelas Sosioliterasi” di tingkat nasional sebagai terbaik III dalam ajang Guru Dedikatif, Inovatif dan Inspiratif Kemdikbud RI Tahun 2020.

Sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) best practice yang dirancang oleh Ares Faujian, kini telah dikembangkan dalam bentuk PTS (Penilaian Tengah Semester) melalui kelas yang diajarnya di SMAN 1 Manggar. Sebelumnya, praktik terbaik Kelas Sosioliterasi ini hanya diperuntukkan kepada beberapa siswa saja dalam satu kelompok/ rombongan belajar.

Kelas Sosioliterasi adalah kelas dengan strategi pembelajaran menulis dengan mengembangkan kecakapan literasi abad 21 “4C”, yaitu critical thinking, creativity, communication dan collaboration peserta didik pada mata pelajaran Sosiologi. Di mana kelas ini memiliki produk literasi (tulisan) yang dirilis di media massa (koran, web, dll.) dan selanjutnya didokumentasikan menjadi buku.

Selain itu, kelas ini memiliki aksi literasi sosial yang merupakan proses edukasi bagi peserta didik tentang pentingnya hidup dalam bermasyarakat. Ekspansi inovasi literasi pada kelas ini sudah dikembangkan menjadi bentuk PTS pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 ini, yakni dimulai Oktober 2021.

Lazimnya, bentuk PTS dikerjakan dalam bentuk pilihan ganda atau esai. Namun, pengembangan PTS di kelas Ares Faujian ini sudah dicoba dalam bentuk literasi menulis koran di Kelas Sosioliterasi SMAN 1 Manggar.

Peningkatan level literasi ini dimaksudkan agar menulis menjadi suatu kebiasaan akademik bukan hanya di sekolah. Namun juga menjadi bekal peserta didik ketika mereka kuliah atau menjadi penulis, serta jika menjadi guru guna naik pangkat/ golongan ASN.

Artinya, kebiasaan ini merupakan proses enkulturasi (pembudayaan) guna membentuk peserta didik yang paham dan bisa menganalisis fenomena sekitar (alam/sosial). Termasuk juga mengasah keterampilan menulis dan edukasi terkait sitasi (pengutipan sumber menulis) serta plagiarisme.

“Tindak lanjut dari Kelas Sosioliterasi ini harus dilakukan dan ditingkat stratanya agar lebih masif. Pada kesempatan kali ini, kelas ini mengambil tema ‘Perubahan Sosial dan Penguatan Pendidikan Karakter (Profil Pelajar Pancasila),” kata guru Sosiologi dan juga Agen Penguatan Karakter di Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA) Kemdikbud-Ristek RI tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai wujud pemahaman peserta didik terhadap relevansi materi yang diajarkan. Yakni perubahan sosial, dengan problematika penguatan karakter remaja, yang saat masa pandemi ini menjadi proses yang sulit bagi sekolah karena kegiatan belajar mengajar hanya sebatas dilakukan secara daring.

“Alhasil, kombinasi tema yang diangkat pada PTS ini adalah salah satu cara sosialisasi dan edukasi karakter bagi seluruh elemen masyarakat (termasuk peserta didik di sekolah lainnya) terkait dinamika perubahan sosial, terhadap proses penguatan karakter dan keberadaan Profil Pelajar Pancasila sebagai capaian Generasi Emas Indonesia 2045,” ujar Ares.

Sabarudin selaku kepala SMAN 1 Manggar berpendapat bahwa pengembangan praktik terbaik guru harus terus dilakukan. Hal ini guna menjaga stabilitas mutu edukasi di satuan pendidikan. “Praktik terbaik atau best practice harus menjadi bagian dari proses pendidikan.

“Karena tanpa praktik baik dan terbaik, keseimbangan dan peningkatan kualitas proses berikut pula hasil dari pembelajaran tidak akan optimal diraih. “Praktik terbaik adalah tanda bahwa sekolah tersebut mengalami transformasi dan inovasi terhadap perkembangan zaman,” ucapnya.

Sementara itu, Adi Zahriadi selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wil. V Babel mengatakan, bahwa sebuah peningkatan dan terobosan yang inovatif dan mampu menginspirasi. Ini ditunjukkan siswa di kelas binaan Ares Faujian yang sudah bisa melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS) dengan berliterasi, salah satunya melalui menulis di koran.

“Semoga upaya yang telah dilakukan ini bisa menjadi inspirasi dan dapat dijadikan contoh oleh sekolah-sekolah lainnya agar bisa berhasil di masa yang akan datang. Salut dan sukses selalu untuk SMAN 1 Manggar,” tuturnya (rel)