Banner PLN Babel

Tanggapi Kasus Pencabulan, Aan Minta Pengawasan Orang Tua Harus Maksimal

oleh -
Tanggapi Kasus Pencabulan, Aan Minta Pengawasan Orang Tua Harus Maksimal
Bupati Beltim, Burhanudin.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Desa Bentaian Jaya seharusnya tidak terjadi jika peran pengawasan orang tua dijalankan maksimal. Pendapat ini disampaikan Bupati Beltim, Burhanudin saat ditemui wartawan, Selasa (14/9).

Menurut Aan, sapaan akrabnya, dalam tiga tahun belakangan kasus pelecehan yang melibatkan anak di bawah umur cukup tinggi terjadi di Beltim. Karena itu ia menilai perlu perhatian ekstra dari orangtua terhadap pergaulan dan lingkungan anak-anaknya.

“Fungsi kontrol tidak ketat dilakukan orangtua di lingkungan pergaulan anak-anaknya. Ini harus jadi perhatian serius, apalagi dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Semua informasi bisa diakses sekarang ini, orangtua harus memfilter ini,” ujar Aan.

Dia juga menyatakan perlunya pendekatan agama yang harus dilakukan oleh orangtua kepada anaknya. Aan menyebut tempat pertama dalam mengenal lingkungan sosial adalah di rumah. Di sanalah anak diberikan dasar adab, keamanandan kenyamanan bagi psikis anak.

Lebih jauh, Aan mengingatkan untuk tidak mudah percaya dengan segala hal yang sifatnya menyangkut dengan keyakinan. Dia menegaskan tempat bersandar, berdo’a dan berharap hanya kepada Allaah SWT. Terkait dengan mediasi pengobatan ataupun lainnya harus dilihat dan dipikirkan dengan akal sehat.

“Allah SWT menciptakan sakit pasti ada obat. Ada akibat pasti ada sebab. Kalau sakitnya psikis, bawalah ke psikolog. Di sini kita minta juga peran tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa memberikan edukasi tentang ini,” tuntasnya.

Diberitakan sebelumnya, bermodus pengobatan seorang dukun kampong (paranormal) asal Desa Bentaian Jaya, Kecamatan Manggar mencabuli anak di bawah umur. Bahkan perbuatan itu dilakukan ANI (38) di depan istrinya sendiri.

Terbongkarnya perbuatan pria tersebut setelah orang tua korban mencari anaknya karena tidak pulang ke rumah beberapa hari. Senin (13/9) sekira pukul 15.00 WIB orang tua korban mendatangi kontrakan Novi untuk mencari anaknya dan mendapat cerita buah hatinya itu sudah dicabuli paranormal.

“Sesampainya di kontrakan tersebut, salah seorang teman main korban menceritakan bahwa korban telah dicabuli oleh ANI (pelaku) yang berprofesi sebagai paranormal,” ungkap Kasat Reskrim Polres Beltim, AKP Dedy Nuari seizin Kapolres Beltim, Selasa (14/9).

Mendengar cerita tersebut, orang tua bunga lantas melaporkan perbuatan dukun kampong ANI ke Polres Beltim, Senin (13/9) malam. “Dari kejadian (cerita teman korban) tersebut keluarga korban mendatangi SPKT Polres Beltim untuk melaporkan kejadian yang telah dialami oleh korban,” jelasnya.

AKP Dedy menjelaskan, orang tua korban awalnya meminta pelaku mengobati korban karena ada perilaku disorientasi seksual. Karenanya, sebelum kejadian dugaan pencabulan, orang tua korban meminta pelaku membantu pengobatan dan disanggupi oleh yang bersangkutan dengan syarat menginap di rumah pelaku.

Dari SPKT Polres Beltim kemudian laporan diteruskan kepada piket Reskrim untuk ditindak lanjuti. Setelah mendapatkan laporan tersebut, Tim Panah Sat Reskrim Polres Beltim langsung bergerak menuju rumah pelaku di Desa Bentaian.

Tiba di rumah pelaku, Tim Panah melakukan interogasi awal perihal terjadinya dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh pelaku. Atas pertanyaan Tim Panah, pelaku yang kesehariannya dikenal sebagai dukun kampong mengakui semua perbuatannya.

“Pelaku mengakui atas perbuatannya. Selanjutnya Tim Panah membawa pelaku beserta istri pelaku ke Polres Beltim dan menyerahkan ke Unit PPA Polres Beltim untuk diminta keterangan lebih lanjut,” terang AKP Dedy. (msi)