Stafsus Menteri BUMN Sambut Baik Eks Tambang Jadi Lahan Pertanian

oleh -
Stafsus Menteri BUMN Sambut Baik Eks Tambang Jadi Lahan Pertanian
Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga saat menghadiri launching Program Makmur di Desa Burong Mandi. Program Makmur didukung PT Timah (penyedia lahan), PT BAM (penyedia pupuk), Bank SumselBabel (Permodalan) dan Astrada.

BELITONGEKSPRES.CO.ID, DAMAR – Staf khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyambut baik pengalihan lahan eks tambang dan IUP PT Timah yang tidak produktif menjadi lahan pertanian.

Hal ini dikatakan Arya ketika menghadiri launching pilot project kebun ubi Kasesa di Desa Burong Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Beltim, Sabtu (18/9).

“Sesuai keinginan pak Menteri Erick Tohir bahwa bagaimana lahan-lahan eks tambang timah di Belitung bisa dimanfaatkan untuk pertanian sehingga dapat mengalihkan penambang menjadi petani,” ujar Arya.

Ia menyebut, program Makmur yang melibatkan para pihak seperti PT Timah Tbk, PT Belitung Agro Makmur, Bank SumselBabel, Astrada (Asosiasi Penambang Rakyat Daerah) hingga pabrik pengolahan tapioka merupakan program nyata untuk mensejahterakan masyarakat pasca tambang timah.

“PT Timah setidaknya bisa menyiapkan lahan 10 ribu hingga 20 ribuan hektar untuk lahan pertanian dari eks tambang timah,” katanya.

Dikatakannya, progam Makmur bukan hanya sebatas penyediaan lahan. Lebih dari itu, petani yang dilibatkan akan mendapat paket Petani Makmur. Dimana petani juga diberikan pendanaan, pembelian bibit, pupuk bahkan sampai uang bulanan.

“Kemudian off taker juga ada dari pabrik yang ada. Ini satu program Makmur yang bikin ekosistem terjamin bagi para petani. Tanam ada off taker (penampung),” jelas Arya.

Sementara itu, Kepala Unit PT Timah Belitung Sigit Prabowo memastikan komitmen PT Timah selaku pemilik IUP akan memberikan kesempatan pengelolaan lahan-lahan eks tambang menjadi lahan pertanian.

“Ini salah satu bentuk sinergi sebenarnya, kan PT Timah ada disini yang punya wilayah IUP yang memang cukup luas. Kalau memang kita bisa kelola untuk lahan pertanian. Memang salah satu yang cocok menurut penelitian adalah budidaya singkong (ubi kasesa),” jelas Sigit.

Dia menjelaskan, PT Timah sadar sepenuhnya bahwa tambang lambat laun akan habis. Karenanya PT Timah akan mendorong solusi bagi masyarakat bahwa selesai penambangan bisa bermanfaat untuk orang lain dan peruntukkan lain. “Bukan hanya tergantung timahnya saja, tapi pasca timah bisa mandiri dengan usaha yang lain,” tukasnya.

Sigit menyebut, dukungan pihak lain sudah dilakukan dan saatnya masyarakat mengelola sebaik mungkin untuk kesejahteraan. “Ini pilot project kurang lebih 13 hektar, harapan kita ada pengajuan masyarakat. Kita maunya dengan target semaksimal mungkin di lahan eks tambamg untuk dikelola. Ini (ubi Kasesa) bisa tumpang sari dengan tanaman keras lainnya,” tutupnya. (msi)