Sekolah Tatap Muka di Beltim Tunggu Pertemuan Tanggal 28 Juli

oleh -
Sekolah Tatap Muka di Beltim Tunggu Pertemuan Tanggal 28 Juli
Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pemberlakuan PPKM di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) juga berdampak pada mundurnya jadwal sekolah tatap muka yang dijadwalkan tanggal 12 Juli 2021. Di sisi lain, Pemerintah daerah hanya berwenang mengatur sekolah setingkat PAUD, SD dan SMP, sedangkan SMA menjadi kewenangan Provinsi.

Terkait hal itu, beberapa Kepala Sekolah tingkat SMA/SMK secara lisan telah berkabar kepada Bupati Beltim. Hanya saja, pertemuan formal baru akan dilaksanakan pada tanggal 28 Juli mendatang.

“Jadi saran dari pak Bupati memang baiknya kita pertemuan lagi tanggal 28 Juli) untuk membahas itu. Jadi nanti ada yang namanya keputusan bersama,” ujar Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar saat ditemui wartawan, Rabu (21/7).

Pembahasan itu, kata Wabup Khairil juga menyiapkan prosedur standar operasi (SOP) bersama. Walaupun pada dasarnya masing-masing sekolah memiliki SOP sendiri.

“Masalah kewenangan memang Provinsi tapi karena ini menyangkut kewilayahan ya mereka mau dak mau, suka tidak suka ya bertemu pak Bupati lah meminta petunjuk saran. Pak Bupati support tapi dengan kata lain, prokes dan SOP harus diterapkan di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Menurut Khairil, Pemerintah Daerah tentu tidak menginginkan penambahan cluster-cluster baru penyebaran Covid-19. Terlebih jika sebenarnya sejak awal diantisipasi seperti memulai aktifitas belajar tatap muka di sekolah.

“Kita berharap ini tidak akan ada penambahan dari pandemi Covid, baik tenaga pengajar maupun murid. Jadi keputusan itu tanggal 28 (Juli) akan diadakan rapat khusus antara dinas pendidikan atau Cabdin (Dindik) Provinsi,” terangnya.

Wabup Khairil berharap pemberlakuan PPKM perpanjangan tidak lagi ada setelah tanggal 29 Juli. Sebab, pemberlakukan PPKM bukan sesuatu yang baik, tetapi semata-mata melindungi masyarakat.

“Kami bukan senang dengan PPKM tapi kalau tidak ada pembatasan seperti itu masyarakat mau bagaimana. Disatu sisi ekonomi harus jalan, tapi disisi lain kami juga sayang masyarakat. Semuanya harus ada keseimbangan antara pergerakan ekonomi dan pandemi tidak lebih merusak tatanan masyarakat Beltim. Itu harus kita jaga,” paparnya.

Ia juga mengakui peningkatan kasus positif Covid-19 cukup signifikan dalam kurun waktu dua pekan terakhir. “Peningkatan dalam kurun waktu dua minggu terakhir lumayan, tapi mudah-mudahan masyarakat sadar bahwa kita harus tetap menerapkan prokes,” tukasnya. (msi)