PPKM Belitung Turun Jadi Level 2, Sekda Minta Tetap Patuhi Prokes

oleh -
PPKM Belitung Turun Jadi Level 2, Sekda Minta Tetap Patuhi Prokes
Sekda Belitung, MZ Hendra Caya.

BELITONGEKSPRES.CO.ID, TANJUNGPANDAN – Kabar baik, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Belitung turun menjadi Level 2.

Sebelumnya penerapan PPKM di Kabupaten Belitung berada di Level 3. Hal itu berdasarkan Surat Edaran Bupati Belitung Nomor 443.1/1415/II/2021, tentang PPKM Level 2 Covid-19.

Penerapan PPKM Level 2 juga memperhatikan Inmendagri Nomor 58 tahun 2021 tanggal 8 November tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1, serta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Alhamdulillah kita ditetapkan Level 2, karena kita vaksin dosis pertama mencapai 70 persen, vaksin kedua mencapai 50 persen, serta pasien Covid-19 juga tidak ada lagi di RSUD,” kata Sekda Kabupaten Belitung MZ Hendra Caya kepada Belitong Ekspres, Selasa (9/11).

Menurut Sekda, penurunan Level 2 itu merupakan hasil kerja sama semua pihak, terutama masyarakat yang patuh terhadap protokol kesehatan. Namun ia berpesan agar masyarakat tetap taat dan patuh terhadap Protokol kesehatan (Prokes), guna mengantisipasi gelombang 3 penyebaran wabah Covid-19 pada akhir Desember mendatang.

Tentunya PPKM level 2 itu sedikit lebih kendor. Seperti pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet vocher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, toko loak, toko unggas, toko pakaian dan sejenisnya jam operasionalnya hingga pukul 22:00 WIB.

Pelaksanaan kegiatan makan dan minum ditempat umum yang meliputi warung atau warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya, rumah makan dan cafe dengan skala kecil, restoran dan cafe skala sedang dapat beroperasi dengan makan dan minum ditempat dibatasi 75 persen dari kapasitas.

“Untuk jam operasional dibatasi hingga 22:00 WIB, untuk restoran yang hanya melayani pesan antar atau bawa pulang bisa beroperasi selama 24 jam, tentunya dilaksanakan dengan Prokes,” sebut Sekda Belitung.

Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan, mall, pusat perdagangan, karoke, warnet, tempat kebugaran tubuh, bilyar dan tempat futsal jam operasional dibatasi hingga pukul 21:00 WIB dengan jumlah 75 persen dari kapasitas. Yakni, dengan menunjukan aplikasi peduli lindungi atau penerapan prokes secara ketat.

Kemudian kata Hendra, pelaku perjalanan domestik dari dan menuju Belitung yang menggunakan transportasi umum jarak jauh seperti pesawat dan kapal laut harus menggunakan aplikasi peduli lindungi.

“Menunjukkan hasil test PCR (3×24 jam) bagi yang sudah vaksinasi dosis pertama, dan hasil swab tes antigen (1×24 jam) bagi yang sudah vaksinasi 2 kali,” bebernya.

Dia menambahkan, untuk perjalanan domestik dengan menggunakan transportasi laut wajib menggunakan kartu vaksin, minimal dosis pertama dan surat keterangan hasil swab test antigen (H-1).

“Pemberlakuan PPKM Level 2 mulai berlaku 9 hingga 22 November mendatang. “Dalam pelaksanaannya tetap dilakukan pemantauan dan penertiban oleh tim terpadu melibatkan Satpol PP, BPBD, TNI/Polri dan Kejaksaan Negeri,” tandasnya. (dod)