Polres Beltim Dorong Upaya Percepatan 100 Persen Vaksinasi

oleh -
Polres Beltim Dorong Upaya Percepatan 100 Persen Vaksinasi
Press Release akhir tahun 2021 Polres Beltim juga menyertakan hasil kegiatan vaksinasi.

BELITONGEKSPRES, MANGGAR – Press Release akhir tahun 2021 Polres Beltim juga menyertakan hasil kegiatan vaksinasi sebagai hasil kinerja Polres jajarannya.

Sejak Presiden RI melibatkan TNI Polri dalam upaya percepatan vaksinasi secara nasional, Polres Beltim telah memaksimalkan vaksinasi di wilayah masing-masing.

“Terkait kebijakan pemerintah di seluruh Indonesia yakni pelaksanaan vaksin yang juga dilaksanakan oleh Polres Beltim bekerjasama dengan Dinkes, Pemda maupun TNI di Beltim, saat ini capaian dosis 1 sudah sebanyak 85,8 persen. Kemudian dosis 2 sudah 67, 73 persen dan dosis tiga untuk tenaga kesehatan 96 persen,” ungkap Kapolres Beltim AKBP Taufik Noor Isya, Rabu (29/12).

Pencapaian itu juga berlanjut pada vaksinasi lansia yang mencapai 77 persen dosis pertama dan 65 persen dosis kedua. “Dengan demikian, sesuai arahan kebijakan pimpinan apabila sudah mencapai vaksin 70 persen dan lansia diatas 60 persen maka kita sudah melakukan vaksin untuk anak usia 6-11 tahun,” jelasnya.

Sejauh ini, vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun di Beltim sudah mendekati dua ribu anak. Hal ini juga terus didorong oleh Polres Beltim melalui Pemerintah Daerah agar pelaksanaan vaksinasi tercapai 100 persen.

“Belitung Timur, Alhamdulillah kesadaran masyarakat sangat baik. Tinggal sekarang peran serta Pemda dalam hal mendata by name by adress. Kami sudah menyampaikan ke Kades termasuk Bupati mungkin di 2022, start Januari akan kita tingkatkan lagi akselerasi pelaksanaan vaksin,” harap AKBP Taufik.

Pendataan dimaksud, kata Kapolres Beltim adalah upaya memastikan siapa saja warga yang belum tervaksin disertai alasannya. Sehingga, hasil pendataan akan mampu memetakan daerah mana saja yang sudah sepenuhnya mencapai 100 persen.

“Contohnya di Desa Lalang ada sebanyak 54 warga belum divaksin, ternyata setelah di data mereka banyak yang tidak tinggal disana. Atau ada warga pendatang yang belum dilaporkan telah divaksin,” sebut Kapolres Beltim.

Ia menambahkan, dengan pendataan akan semakin memudahkan sasaran vaksinasi sekaligus sinkronisasi data dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga nasional. “Kami juga minta bantuan Pemda sampai RT sehingga ada data pasti di daerah tersebut siapa saja yang belum divaksin,” ulasnya. (msi)