Polda Babel Tahan 7 Tersangka Kasus Pengrusakan KIP CBL 

oleh -
Polda Babel Tahan 7 Tersangka Kasus Pengrusakan KIP CBL 
7 Warga yang diduga telah melakukan pengrusakan atas KIP Citra Bangka Lestari.

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Direktorat Polair Polda Bangka Belitung (Babel) akhirnya menetapkan 7 tersangka atas dugaan pengrusakan kapal KIP Citra Bangka Lestari (CBL), di Perairan Air Antu, Riau Silip, Bangka.

Penangkapan di posisi koordinat 01”44’905” S – 106”04 927” yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 8.700.000.000. Ke 7 orang yang telah diamakan pada 19 Juli 2021 yakni: Suhardi als Ngikiw (49) warga Deniang. Haryadi als Beje (49) warga Cit, Heri Susanto als Nawi (36) warga Tuing, Edi Hawanto als Ahaw (40) warga Dusun Air Antu, Panisila als Renyek (54) warga Desa Deniang, Arman Juriadi (27) warga Tuing, dan Yuliantara als Kadir (33) warga Simpang Mapur.

Kapolda Irjen Anang Syarif menyatakan, para tersangka itu dikenakan perkara tindak pidana kekerasan terhadap orang atau barang. Dengan modus para pelaku bersama-sama berangkat dari pantai Air Antu dengan menggunakan perahu untuk naik ke atas KIP CBL dan langsung melakukan kekerasan dan pengerusakan di seluruh bagian kapal dengan menggunakan alat berupa kayu dan besi.

“Para tersangka ditangkap di rumah masing—masing pada hari Senin, tanggal 19 Juli 2021 dan telah dilakukan penahanan terhitung sejak tanggal 20 Juli 2021,” sebutnya.

Diungkapkan Anang kronologis perkara hari Senin, 12 Juli 2021 sekitar pukul 11.00 WIB di Perairan Air Antu pada koordinat 01”44’905” S – 106”04 927” E telah terjadi tindak pidana pengrusakan KIP CBL yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 8.700.000.000.

Ada 4 barang bukti yang diamankan petugas yakni kayu sebanyak kurang lebih 100 batang sepanjang kurang lebih 1 meter. 2 buah DVR CCTV kapal. Peralatan kapal dan peralatan navigasi KIP CBL yang telah dirusak. Juga 1 karung pasir timah KIP CBL.

Para tersangka dijerat pasal pasal 170 ayat (1), ayat (2) dan pasal 410 KUPidana.

Pasal 170a at 1 : “Barang siapa dengan terang — terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan”. Ayat (2) : “yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun jika ia dengan sengaja menghancurkan barang atau Jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka – luka.”

Pasal 410 : “Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum, menghancurkan atau membikin tak dapat dipakai suatu gedung atau kapal yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. (eza)