Dua Pekan Lagi Pemkab Beltim Gelar Operasi Pasar Murah

oleh -
Dua Pekan Lagi Pemkab Beltim Gelar Operasi Pasar Murah
Kepala Bidang Perdagangan DPMPTSPP Kabupaten Beltim, Kristian Ajie.

BELITONGEKSPRES.CO.ID, MANGGAR – Pemerintah Kabupaten Beltim melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) akan kembali menggelar Operasi Pasar Murah sembako. Pasar murah ini untuk menekan harga bahan kebutuhan terutama minyak goreng.

Kepala Bidang Perdagangan DPMPTSPP Beltim, Kristian Ajie mengatakan, operasi pasar digelar untuk menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru, sekaligus antisipasi lonjakan harga.

“Kemarin yang ngadakan (Dinas Perdagangan) Provinsi, ini kita yang (Dinas Perdagangan) Kabupaten. Rencananya kita laksanakan pada Minggu ke dua Bulan Desember,” kata Ajie saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/11).

Selain menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog), DPMPTSPP Kabupaten Beltim juga akan bekerjasama dengan dua distributor minyak goreng di Pulau Belitung yakni CV Menara Belitung dan CV BTK.

“Yang pasti jumlah minyak goreng yang akan kita distribusikan saat Operasi Pasar nanti akan lebih banyak dari pada saat operasi pasar Dinas Perdagangan Provinsi Babel kemarin,” ujar Ajie.

Setidaknya ada dua merek minyak goreng yang akan diperdagangkan saat pasar murah, yakni Filma dan Tawon. Untuk harga minyak goreng, Ajie menyatakan akan lebih murah dibanding yang ada di pasaran.

“Untuk merek Tawon itu Rp 16.500 per liter, sedangkan untuk Filma yang jelas kita minta di bawah Rp 19.000 per liter,” ungkap mantan Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim tersebut.

Ditekankannya meski saat ini operasi pasar lebih kepada minyak goreng, namun bahan pokok lainnya juga tetap akan dijual saat pelaksanaan pasar murah.

“Bukan hanya minyak goreng, ada juga beras, terigu dan juga beras. Tempatnya sama yakni di Terminal Manggar,” tambahnya.

Saat ini harga minyak goreng di kisaran Rp 21.000 – Rp 24.000 per liternya. Kenaikan harga minyak goreng dipicu oleh naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) atau harga minyak sawit akibat permintaan dunia yang meningkat. (rel)