Pemanfaatan Platform Digital Oleh UMKM Beltim Masih Rendah

oleh -
Pemanfaatan Platform Digital Oleh UMKM Beltim Masih Rendah
Grafis (Ist)

BELITONGEKSPRES.CO.ID, MANGGAR – Kabupaten Beltim memiliki lebih dari 12 ribu unit UMKM yang menjadi pendorong perekonomian. Sayangnya masih sedikit yang memanfaatkan platform digital yang bisa memperluas akses.

Menyadari hal tersebut, Bappelitbangda Beltim berusaha mendorong literasi digital UMKM melalui bidang penelitian dan pengembangan telah membuat kajian terkait data saing UMKM di Kabupaten Beltim.

“Kami bekerjasama dengan Katadata Insight telah melakukan potret UMKM Beltim. Dimana UMKM kita terdiri dari 12.410 unit. Kita sudah membagi UMKM kedalam cluster UMKM yaitu GenX, boomers dan milenial,” ujar Kepala Bappelitbangda, Bayu Priyambodo, Senin (22/11) kemarin.

Dari sajian data yang ditampilkan cluster GenX mendominasi pelaku UMKM dengan 47,7 persen. Cluster Boomers 20,3 persen dan milenial 28,2 persen. Secara keseluruhan, perempuan pelaku UMKM lebih besar persentasenya yakni 62,7 persen dan sisanya 37,3 persen pelaku usaha laki-laki. “Ini berita bagus karena ini artinya pengarusutamaan gender di bidang UMKM bisa berhasil di Beltim,” kata Bayu.

Diakuinya, data yang dihasilkan juga mengindikasikan metode penjualan UMKM masih offline. Internet lebih banyak dimanfaatkan untuk komunikasi, media sosial, mencari informasi pengembangan usaha.

“Sementara dalam rangka literasi digitalisasi UMKM kita mendorong pemanfaatan internet untuk pemasaran usahanya,” sebutnya.

Menurut Bayu, ada tiga kendala digitalisasi UMKM. Yaitu literasi digital yang masih rendah, pelaku UMKM belum menganggap penting teknologi dan pelatihan dari Pemda belum merata.

“Ini tantangan kita bersama, bagaimana intervensi yang perlu dilaksanakan untuk digitalisasi UMKM. Salah satunya MoU dengan platform pemasaran seperti tokopedia, gojek dan lain-lain,” tukasnya. (msi)