Sudah 67 Persen, Partai Hanura Beltim Tetap Minta Vaksinasi Terus Dilakukan

oleh -
Sudah 67 Persen, Partai Hanura Beltim Tetap Minta Vaksinasi Terus Dilakukan
Ketua DPC Partai Hanura Beltim Jimmy Tjong memberikan paket sembako kepada warga yang berhasil divaksinasi.

BELITONGEKSPRES.CO.ID, MANGGAR – Meski vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Beltim sudah mencapai 67 persen, bukan berarti upaya mempercepat target menjadi melambat.

Vaksinasi terus dijalankan, salah satunya oleh DPC Partai Hanura Beltim yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 gratis untuk masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi, Sabtu (23/10).

Ketua DPC Partai Hanura Beltim Jimmy Tjong didampingi Wakil Ketua Mukhaedi mengatakan sudah menyiapkan vaksin sebanyak 1000 dosis yaitu Sinovac dan Astra Zeneca.

Tak hanya itu, demi menarik minat masyarakat untuk divaksinasi, pihaknya menyiapkan paket kebutuhan pokok setelah berhasil divaksinasi.

Vaksinasi dilakukan di tiga Kecamatan, yaitu Manggar dipusatkan di Kantor Camat Manggar, Damar dilaksanakan di dua tempat yaitu kediaman Harjanto Johannes dan Marzani, serta Gantung digelar di Kantor Desa Selinsing.

“Kita bersyukur antusias masyarakat sangat tinggi dalam mendapatkan vaksinasi ini. Kami dari Partai Hanura berkomitmen turut membantu pemerintah dalam mencapai herd immunity supaya pandemi ini segera usai,” ujar Jimmy.

Anggota Komisi I DPRD Beltim itu mengatakan sesudah herd immunity tercapai maka status pandemi bakal dipertimbangkan untuk jadi endemi.

Setelah menjadi endemi, kehidupan akan normal kembali dan Covid-19 akan jadi penyakit biasa seperti malaria, DBD, atau penyakit lain yang hanya ada di daerah-daerah tertentu.

Dia juga bersyukur bahwa kondisi Covid-19 di Beltim saat ini berangsur landai. Menurutnya hal itu tidak lepas dari gencarnya vaksinasi yang dilakukan Dinkes setempat dengan dukungan dari TNI/Polri, pihak swasta, sampai ke partai politik.

Namun, dia tetap mengingatkan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan supaya tidak terpapar covid-19.

“Vaksinasi jalan, tapi protokol kesehatan juga jalan. Karena vaksinasi itu hanya mengurangi risiko kematian saat terkena covid-19, bukan obat kebal,” pesannya. (msi)