Menag: Pemberangkatan Jamaah Umroh Tidak akan Dihentikan

oleh -
Menag: Pemberangkatan Jamaah Umroh Tidak akan Dihentikan
Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas.

BELITONGEKSPRES.CO.ID – Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas menegaskan pemberangkatan jamaah umrah asal Indonesia tidak akan dihentikan.

Dia juga memastikan bahwa proses keberangkatan jamaah umrah akan tetap menerapkan skema kebijakan satu pintu atau one gate policy (OGP).

“Tidak ada pemberhentian umrah. Pemberangkatan jemaah umrah Indonesia jalan terus,” kata Gus Menteri, sapaan akrab Menag Yaqut, dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI, Senin (17/1).

Gus Menteri mengaku telah meminta Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah agar keberangkatan jemaah tetap menerapkan one gate policy.

“One gate policy tetap diberlakukan. Jangan kemudian di masing-masing daerah bisa terbang sendiri-sendiri,” sambung Gus Menteri.

Menurut Menag Yaqut, keberangkatan jemaah umrah tetap berjalan sebab tidak ada undang-undang yang melarang warga negara pegi ke luar negeri, termasuk untuk menjalankan ibadah umrah kalau sudah mendapatkan visa. Kecuali bila yang bersangkutan terkena masalah hukum.

“Jadi, kalau sudah mendapat visa, dia berhak ke luar negeri. Hanya saja, pemerintah berhak melakukan pengaturan,” jelasnya.

Dia menjelaskan penerapan one gate policy adalah bagian dari pengaturan yang diberlakukan pemerintah.

Menag Yaqut mengaku awalnya ada usulan untuk mencabut pengaturan one gate policy. Namun, setelah proses evaluasi, apalagi ada kasus tim advance penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang terkena Omicron, diputuskan kebijakan satu pintu tetap diberlakukan.

“Kami masih pakai one gate policy aja masih ada yang kena, apalagi kalau dicabut akan sangat riskan,” ucap Gus Menteri.

Jemaah umrah Indonesia diberangkatkan pertama.kali pada 8 Januari 2022. Sampai dengan keberangkatan pada 15 Januari 2022, total 1.731 jemaah umrah yang sudah berangkat ke Arab Saudi. Dari jumlah itu, ada 400 jemaah yang akan kembali ke Tanah Air pada hari ini.

“Kami sudah melakukan evaluasi terhadap tim advance yang pulang dari Saudi. Evaluasi akan dilakukan lebih komprehensif seiring kepulangan jemaah umrah yang pertama,” tutur Menag.

Terkait kemungkinan asrama haji Pondok Gede menjadi tempat karantina kepulangan jemaah umrah, dia mengaku masih belum mendapatkan persetujuan dari Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19. Meski demikian, proses komunikasi terus dilakukan.

“Pak Dirjen PHU masih terus melakukan komunikasi agar asrama haji bisa diterima sebagai tempat karantina kepulangan karena biayanya juga lebih murah dibanding tempat lain. Saya kira ini bisa meringankan jemaah umrah,” pungkasnya. (esy/jpnn)