Manfaatkan Hutan Sebagai Lokasi Budidaya Madu Teran & Destinasi Wisata

oleh -
Manfaatkan Hutan Sebagai Lokasi Budidaya Madu Teran & Destinasi Wisata
Penyerahan alat pengurang kadar air dalam madu dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung kepada pengelola Kampong Madu Raje Teran.

BELITONGEKSPRES.CO.ID, MANGGAR – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman mendorong pemanfaatan hutan untuk menghasilkan selain kayu, yakni budidaya lebah madu. Selain itu, pengembangan lain dari hutan yang memiliki budidaya lebah madu adalah dijadikan destinasi wisata.

Hal ini diungkapkan Gubernur Erzaldi saat mengunjungi dan meresmikan Kampong Madu Raje Teran di Desa Kelubi, Kecamatan Manggar, Rabu (20/10). Hadir bersama, Bupati Beltim Burhanudin, Kapolres Beltim AKBP Taufik Noor Isya dan Ketua Dekranasda Provinsi, Melati Erzaldi.

“Saya memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Beltim beserta unit KPH Provinsi Bangka Belitung bersama komunitas Manggar Berjaya ini untuk membangun Kampung Madu Raja Teran. Yang mana Kampung Madu Raja Teran ini sudah dirintis sejak dulu dan sekarang di bawah binaan KPH dan Dinas UMKM dan Koperasi,” ujar Gubernur Erzaldi.

“Kita mendorong mereka lebih maju untuk menjadikan sebuah lokasi hutan yang tidak saja menghasilkan hasil hutan bukan kayu yang berupa madu tetapi menjadikan daerah ini menjadi destinasi wisata dengan segala bentuk naturalnya tanpa penambahan kegiatan-kegiatan yang berupa fisik,” imbuhnya.

Gubernur Erzaldi berharap komunitas Kampong Madu Raje Teran dikembangkan apa adanya sehingga menjadi nilai tambah bagi orang yang mengunjungi.

“Alhamdulillah lokasi ini dengan diawali 15 orang dalam komunitas tersebut berkembang menjadi 200 orang dengan hasil madu yang tadinya hanya 200 liter per bulan sekarang sudah mencapai 4 ton perbulan. Dan ini targetnya kan kita tambah lagi menjadi 5 sampai 8 ton di tahun-tahun berikutnya,” sebutnya.

Dikatakannya, dukungan yang dapat diberikan saat ini kepada komunitas Kampong Madu Raje Teran adalah mendorong dan membina mereka agar madu yang dihasilkan memiliki spesifikasi standar. Yakni dengan bantuan berupa alat yang cukup sederhana tetapi berfungsi untuk mengambil kadar air sehingga kadar madu nantinya betul-betul murni.

“Pemurnian yang tinggi inilah membuat harga daripada madu ini akan menjadi lebih lebih bernilai tinggi yang sedang kita dorong. Selain mendorong mereka untuk memilih hutan ini menjadi hutan yang menjadi tujuan destinasi wisata bagi banyak orang,” kata Gubernur Erzaldi.

Melihat keseriusan komunitas Kampong Madu Raje Teran, Gubernur Erzaldi yakin dan percaya tempat budidaya saat ini bisa dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata dengan keberagaman produk-produk yang ada di sekitarnya.

“Tapi saya ingatkan kepada mereka jangan mengembangkan produk-produk ataupun menjual produk-produk baik itu produk konsumsi untuk makanan maupun produk-produk alam yang biasa-biasa saja. Kalau kita berhasil menggali potensi yang ada di lokasi lokal ini akan menambah nilai tambah dari pada lokasi itu sendiri,” harapnya. (msi)