Banner PLN Babel

Letoy, Warga Desa Lenggang Gagal Perkosa Istri Saudaranya

oleh -
Letoy, Warga Desa Lenggang Gagal Perkosa Istri Saudaranya
Tersangka SD (18)

belitongekspres.co.id, GANTUNG – Polsek Gantung hingga saat ini masih mendalami kasus tindak pidana yang dilakukan SD (18), warga Pangkalan Bugis Desa Lenggang. Pemuda putus sekolah itu, sebelumnya tega mencoba membunuh sekaligus berupaya memperkosa istri saudaranya sendiri berinisial S (25).

Akan tetapi, napsu bejat untuk menyetubuhi korban gagal gara-gara saat itu “senjatanya” tidak berfungsi (letoy) melihat ada darah. Ditambah lagi badan SD sudah lemas duluan dan merasa kasihan melihat korban.

Kanitres Polsek Gantung Ipda Sua Fauzan Fataruba S.Kom, S.TrK seizin Kapolsek Gantung membenarkan perbuatan yang dilakukan pelaku. Namun pihak kepolisian masih mendalami motif pelaku sehingga berani melakukan perbuatan jahatnya.

“Pukul 04.30 WIB, Senin (13/9) dini hari, kami ditelpon warga ada kejadian penusukan. Setelah kami tahu korban dilarikan ke Puskesmas, kami langsung ke sana. Kemudian langsung dimintai keterangan dan ke TKP ada bercak darah, namun kita tidak tahu kalau ada hal lainnya,” ujar Ipda Sua Fauzan Fataruba, Selasa (14/9).

Melengkapi keterangan, anggota Polsek Gantung kembali ke Puskesmas untuk mendalami keterangan korban terkait ciri-ciri pelaku. “Setelah ia (korban) sampaikan inisial, kami langsung amankan dan dibawa ke Polsek (untuk dimintai keterangan),” jelasnya.

Sampai saat ini, pelaku masih menutupi niat awal melakukan perbuatannya. Polisi menduga, pernyataan pelaku berbelit-belit dan tidak masuk akal. “Sempat mau memperkosa dan kami sudah melakukan visum namun hasilnya masih menunggu dari dokter,” tutup Ipda Sua Fauzan.

Diberitakan sebelumnya, saat ditemui dari balik sel tahanan Polsek Gantung, SD bercerita bahwa malam sebelum kejadian, dirinya menuju dapur rumahnya untuk mengambil pisau. Menurut dia, pisau tersebut hendak ia gunakan sebagai pembuka jok sepeda motor untuk mengambil bensin.

Entah bagaimana, SD berubah pikiran hendak mencuri sesuatu dari rumah korban yang berada tak jauh dari rumahnya. SD sendiri masih ada hubungan keluarga dengan suami korban yang biasa dipanggilnya sebagai abang atau mamang.

“Aku juga tidak tahu bang, kenapa pikiranku mau ke situ (masuk rumah),” ujar SD yang hanya mengenyam sekolah sampai kelas 1 SD kepada Belitong Ekspres, di Polsek Gantung, Selasa (14/9) kemarin.

Setelah masuk melalui lubang fentilasi bagian atas pintu rumah korban, SD mulai membuka lemari sambil mencari-cari sesuatu. Kemudian secara tidak disengaja, kaki SD mengenai speaker aktif sehingga membangunkan korban yang sedang tertidur.

“Dia bangun, aku langsung ambil bantal menekan wajahnya sambil menusukkan pisau kebagian ini (bahu) baru kemudian ke bagian perut,” celoteh SD.

Tanpa sengaja, pakaian daster korban tersingkap dan memperlihatkan bagian celana dalam yang menimbulkan birahi SD. Ia kemudian langsung membuka celananya sendiri dan membuka celana korban.

“Aku gesek-gesekan lah (alat kelamin) tapi dak hidup-hidup (Letoi) karena aku lihat ada darah. Lalu mau aku tusuk lagi tapi badanku lemas dan kasian, jadi aku langsung keluar dan pulang ke rumah,” kelakar SD. (msi)