Komisi X DPR RI Kunjungi Belitung, Ini Tujuannya

oleh -
Komisi X DPR RI Kunjungi Belitung, Ini Tujuannya
Pertemuan dengan Komisi X DPR RI bertempat di ruang sidang Pemkab Belitung, Senin (21/11).

BELITONGEKSPRES.CO.ID, TANJUNGPANDAN – Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik bidang pariwisata ke Kabupaten Belitung, Senin (21/11).

Kunjungan ini diterima langsung oleh Bupati Belitung, H. Sahani Sahel, Sekda Kabupaten Belitung MZ Hendra Caya, Ketua DPRD Belitung Ansori dan sejumlah ketua OPD di Kabupaten Belitung, bertempat di ruang sidang Pemkab Belitung.

Bupati Belitung, H. Sahani Saleh menyebut Belitung dalam hal pariwisata Belitung memiliki 3 nomenklatur. Pertama Belitung sebagai Kawasan strategi pariwisata Nasional (KSPN), Belitung sebagai Kawasan ekonomi khusus (KEK) Pariwisata, dan Belitung sebagai Unesco Global Geopark.

“Untuk wisata berbasis alam, saat ini dikelola langsung oleh masyarakat. Salah satu contohnya adalah pengelolaan geosite bukit peramun yang saat ini dikelola oleh masyarakat sekitar,” kata H Sahani Saleh.

Menurut Bupati, selain sektor pariwisata, Belitung juga memiliki potensi di Bidang Perikanan, baik itu perikanan tangkap, maupun perikanan budidaya. Pada sektor lain, seperti pertanian, lada menjadi komoditas andalan dari Belitung.

Pemerintah Kabupaten Belitung juga sudah merencanakan pengembangan infrastruktur pariwisata. Salah satunya adalah pengembangan run way Bandara H. AS Hanandjoeddin. Namun dikarenakan adanya pandemi rencana itu harus ditunda sementara waktu.

Sementara itu, Anggota komisi X RI, Zainuddin Maliki menyebut komisi X merupakan bagian dari kelengkapan DPR RI yang membidangi beberapa bidang, salah satunya pariwisata dan ekonomi kreatif. Kunjungan itu merupakan menjalankan fungsi pengawasan komisi X di bidang Pariwisata.

“Ada beberapa pertanyaan yang akan kita diskusikan pada hari ini, seperti kondisi destinasi, infrastruktur pariwisata dan lain-lain. Termasuk juga bagaimana pengaruh pandemi terhadap kinerja pariwisata dan pengembangan destinasi prioritas tanjung kelayang pada tahun 2020 hingga saat ini,” kata Zainuddin.

Selain itu, ia juga menyampaikan terkait dengan tahapan dan upaya pemda dalam percepatan pemulihan pariwisata, serta jumlah anggaran yang dialokasikan untuk pemulihan pariwisata pasca pandemi.

Zainuddin Maliki juga menyebutkan babwa sebelum adanya pandemi Covid-19, pariwisata diproyeksikan sebagai core ekonomi Indonesia. Namun akibat Covid-19, kunjungan wisatawan ke Indonesia jauh menurun. (dod)