Banner PLN Babel

Kisah Calvin Anak Tuna Wicara Sukses Berbisnis Layang-Layang

oleh -
Kisah Calvin, Anak Tuna Wicara Sukses Berbisnis Layang-Layang
Calvin sedang meraut bambu menjadi bentuk kecil sebagai bahan kerangka layang-layang.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Keterbatasan fisik tidak bisa menjadi alasan untuk mengharap belas kasihan orang lain. Seperti halnya yang diyakini Jhon Calvin S (20), pria penyandang disabilitas tuna wicara, warga RT 05 RW 01 Dusun Aik Pelempang Timur, Desa Aik Pelempang Jaya, Tanjungpandan.

Meski tidak bisa berbicara sejak dilahirkan, Calvin bisa berhasil berbisnis layang-layang yang menjadi mainan kegemaran setiap anak. Dalam sepekan, ia mampu menjual layang-layang lebih dari 10 layang-layang berbagai ukuran dan jenis.

“Ini mainan yang menarik sejak kecil, dan ini usaha yang bisa saya kerjakan” kata Calvin kepada Belitong Ekspres didampingi Iwan Setiawan Ketua RT 05 RW 01 Dusun Aik Pelempang Timur, sebagai penyambung lidah di sela kesibukannya membuat layang-layang.

Anak bungsu pasangan Pet Sun dan Man Lie ini tampak senang. Ia sama sekali tak merasa minder. Sembari duduk di sebuah kursi tua dan melipat kaki kiri, tangannya lincah memotong ruas bambu. Ia merautnya menjadi bentuk kecil sebagai bahan kerangka layang-layang. Calvin pun berkisah awal mula ia membuat layang-layang.

“Awalnya layang-layang Calvin buat untuk dimainkan sendiri. Lama kelamaan banyak kawan-kawan yang minta dibuatkan layang-layang dengung seperti yang saya punya. Bahan pembuatan layang-layang juga saya dapatkan dengan mencari sendiri di sekitar kampong,” kata Iwan penerjemah bahasa Calvin.

Menurut Boy sapaan akrab Iwan Setiawan layang-layang tersebut di bandrol dengan harga yang variatif. Mulai harga Rp 50.000 sampai dengan Rp 300.000, tergantung dari kecil besarnya layang-layang. Bukan hanya layang-layang saja yang bisa dibuat dari Calvin.

Semasa sekolah di SLBN Tanjungpandan dirinya pernah juga menorehkan prestasi yang membanggakan keluarganya, Calvin pernah mendapatkan juara 1 pada ajang Kreasi Barang Bekas Tingkat SMPLB/SMALB tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Prestasi itu mengantarkan Celvin juga ke ajang yang lebih berkelas yaitu Lomba Ketrampilan Siswa Nasional (LKSN) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), yang dilaksanakan di kota Bandung, Provinsi Jawa Barat pada tahun yang sama.

Pada ajang lombang yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia itu, ia mendapatkan juara harapan 1. (dan)