Keluhan Bau Busuk RPH Dapat Perhatian Serius Ketua DPRD Belitung

oleh -
Bau Busuk RPH Dapat Perhatian Serius Ketua DPRD Belitung
Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori.

BELITONGEKSPRES.CO.ID, TANJUNGPANDAN – Keluhan warga Jalan Dahlan, Kelurahan Pangkallalang terkait bau busuk yang timbul dari aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH) mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori.

Menurut Politisi PDI Perjuangan Belitung tersebut, lokasi RTH saat ini memang sudah kurang layak. Sebab berada di tengah perkotaan yang kini sudah dikelilingi tempat tinggal penduduk.

“Kami tentunya sangat mendukung sekali RPH untuk dipindahkan, yang mana bau busuk sudah mengganggu kenyamanan warga di sekitar lokasi,” kata Ansori kepada Belitong Ekspres, Kamis (12/5).

Sebelumya, salah warga sekitar RPH RT 12 A, Kelurahan Pangkallalang Surpiyadi mengatakan, bau busuk itu sudah lama mereka rasakan. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak berwenang untuk menindaklanjuti keluhan tersebut.

“Limbahnya itu sekarang makin banyak juga, apalagi kalau musim timur itu baunya. Orang yang bertamu di rumah kita waktu lebaran itu kadang-kadang keluar rumah, Minta ampunlah baunya,” kata Supriadi saat ditemui Belitong Ekspres, Selasa (10/5) kemarin.

Menurut Supriadi, parahnya lagi bau dari aktivitas RPH itu hingga mendekati warga sekitar Pasar Baro. Padahal lokasinya sudah cukup jauh, tentunya itu sangat mengganggu warga sekitar lokasi.

“Kami pernah mengadukan itu, ke Lurah sudah pernah, ke Pak RT juga, terus mereka nelpon ke Dinas, katanya pengen dibuat semacam pengolahan pupuk (limbah RPH). Tapi sampai sekarang tidak ada,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia berharap agar ada jalan keluar dari permasalahan ini, termasuk pemindahan lokasi tempat RPH. “Kalau dulu-dulu baunyat tidak seberapa, sekarang ini la parah benar baunya, sekitar 2 tahun ini lah,” sebut Supriadi.

Hal senada dikatakan Hendrik yang juga warga sekitar RPH. Ia mengeluhkan bau dari aktivitas RPH tersebut. Hendrik mensinyalir bau busuk itu lebih bersumber dari babi, apalagi jika ada angin dari arah timur.

“Kadang-kadang kita makan tuh tidak selera. Nafsu makan hilang ketika bau busuk itu datang,” katanya sembari menyakini seluruh warga sekitar Pangkallalang pasti keluhkan hal yang sama bau busuk dari aktivitas RPH ini.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung Destika Effenly mengatakan untuk pembersihan RPH itu tetap mereka lakukan.

Akan tetapi ia mengakui RPH itu memang sudah tidak layak lagi. Maka dari itu tahun 2022 mereka berencana membuat Detail Engineering Design (DED) untuk RPH baru. “Insyaallah kalau disetujui tahun 2023 kita bangun RPH baru dana APBN, dan juga usulan kita kemarin sudah masuk,” kata Destika. (rez/dod)