Kasus Omicron Terus Naik, Sudah 318 Orang Terpapar

oleh -
Kasus Omicron Terus Naik, Sudah 318 Orang Terpapar
Juru Bicara Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi.

BELITONGEKSPRES.CO.ID – Kasus terinfeksi Covid-19 varian Omicron bertambah 58 orang dan kini totalnya sudah sebanyak 318 orang tertular. Karena itu screening dan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri terus diperketat.

Kebanyakan kasus infeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan. Artinya dengan vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan akibat Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah terus berupaya menekan peluang importasi kasus Covid-19 terutama bervarian Omicron.

Kementerian Perhubungan pun memprediksi kedatangan ke Indonesia akan mulai meningkat signifikan per tanggal 5 Januari 2022 hingga beberapa pekan kedepan. Setidaknya sampai pekan ketiga Januari 2022.

“Demi menekan laju penularan Omicron, pemerintah Indonesia terus meningkatkan upaya screening ketat di pintu-pintu masuk negara serta menegakkan peraturan karantina tanpa pandang bulu,” kata Prof Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19, secara virtual baru-baru ini.

“Sehingga langkah antisipasi direncanakan sedemikian rupa. Termasuk keputusan untuk menunda segala bentuk perjalanan yang tidak mendesak dan terencana apalagi dalam jumlah besa,” tambahnya.

Selain itu, satgas juga mengimbau pemerintah dan Satgas Covid-19 di daerah untuk mengencarkan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) agar dapat menghindari lonjakan kasus Covid-19 di komunitas akibat varian Omicron. Penelitian menunjukkan bahwa varian Omicron menyebabkan infeksi yang tidak terlalu parah.

“Meskipun begitu, saya mohon masyarakat tidak lengah serta tetap waspada melakukan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari,” saran Prof Wiku.

Dan yang menjadi catatan penting, kata Wiku, sampai kapan pun virus akan terus bermutasi. Ini adalah hal alamiah.

“Karenanya untuk mengantisipasi penularan dari varian-varian tersebut, protokol kesehatan perlu terus menjadi budaya baru tentunya didukung upaya vaksinasi dan dalam waktu dekat dengan menerima booster vaksin,” katanya.

Yuk Kenali Gejalanya

Sementara itu, Juru Bicara Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan mayoritas orang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan.

“Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk dan pilek,” ujarnya, dikutip Minggu, 9 Januari 2022.

Ia menjelaskan sebanyak 99 persen kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. 97 persen kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta.

Siti Nadia merekomendasikan para pasien dirawat dengan perawatan berupa perubahan tatalaksana. Contohnya penambahan obat molnupiravir dan paxlovid untuk gejala ringan.

Selain itu sebagai pencegahan, Ia mengungkap bahwa Kemenkes juga terus mendorong setiap daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan klaster baru Covid-19 dan segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pusat apabila menemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

“Kewaspadaan individu juga harus terus ditingkatkan untuk menghindari potensi penularan Omicron. Protokol kesehatan dan vaksinasi harus berjalan beriringan sebagai kunci untuk melindungi diri dan orang sekitar dari penularan Omicron,” pungkasnya. (git/fin)