Kasus Covid-19 di Beltim Turun Drastis, Bahkan Dilaporkan Nihil

oleh -
Kasus Covid-19 di Beltim Turun Drastis, Bahkan Dilaporkan Nihil
Ilustrasi jpnn

BELITONGEKSPRES.CO.ID, MANGGARKasus Covid-19 di Kabupaten Beltim mengalami penurunan drastis. Bahkan Selasa (19/10) malam, dilaporkan nihil kasus positif dan disertai melandainya Covid-19 setelah berbulan-bulan sebelumnya sulit terkendali.

Kabid P2P DPPKB Beltim Supeni mengakui tren kasus Covid-19 memang sudah melandai sejak beberapa waktu terakhir. Beberapa hari sebelumnya pun penambahan kasus positif tidak lebih dari 10 orang. Dia menyebutkan hal itu seiring dengan tingginya sebaran vaksinasi yang sudah hampir merata di Beltim.

“Mayoritas orang sembuh lebih banyak daripada penambahan sehingga menyebabkan kasus aktif kita makin sedikit. Juni-Juli kemarin hampir seribu kasus aktif, per kemarin tinggal 29 kasus aktif,” kata Supeni,┬áRabu (20/10).

Supeni mengatakan kondisi ini harus dipertahankan supaya masyarakat bisa kembali beraktifitas normal seperti sebelum pandemi. Dia menyatakan, jika herd immunity dengan cara vaksinasi sudah tercapai maka status pandemi bakal dicabut dan digantikan dengan status endemi.

Dengan berstatus endemi, lanjutnya, maka Covid-19 berpotensi dianggap menjadi seperti penyakit DBD, malaria, dan lainnya yang hanya ada di daerah tertentu saja.

“Untuk saat ini sampai herd immunity tercapai, kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan. Selain itu juga harus dengan kesadaran diri melakukan vaksinasi yang gencar dilaksanakan Dinkes saat ini,” ujarnya.

Sampai 16 Oktober 2021, capaian vaksinasi di Belitung Timur sudah mencapai 65 persen dan merupakan tertinggi kedua di Bangka Belitung. Perlu capaian minimal 80 persen bagi suatu daerah untuk mencapai herd immunity.

“Ditargetkan akhir tahun capaian 80 persen itu bisa terwujud,” harap Supeni.

Sementara itu, Direktur RSUD Beltim dr Vonny Primasari mengatakan orang terpapar Covid-19 yang dirawat di RSUD juga sudah jauh menurun. Hingga hari Rabu (20/10), ruang perawatan isolasi hanya merawat empat orang dengan gejala sedang.

“Angka kematian pun jauh menurun. Minggu ini tidak ada yang meninggal dalam keadaan Covid-19. Kasus kematian paling banyak terjadi pada Juni Juli lalu, seminggu ada lebih dari lima yang meninggal,” kata dr Vonny seraya berharap keadaan ini bisa terus membaik hingga nanti nol pasien yang dirawat karena Covid-19. (msi)