Banner PLN Babel

Jaksa Tahan Mantan Kades & Bendahara Desa Air Saga

oleh -
Jaksa Tahan Mantan Kades & Bendahara Desa Air Saga
Tersangka AHN dan GY saat berada di Kejari Belitung, sebelum dititipkan ke Lapas, Senin (13/9).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Mantan KadesAir Saga pria berinisial AHB (61) dan Bendahara Desa wanita berinisial GY (31) resmi menjadi tahanan jaksa. Penyidik telah melimpahkan berkas dan tersangka (P21) ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Belitung, Senin (13/9) kemarin.

Kedua ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) APBdes tahun 2018 – 2019. Sebelum disidangkan kedua tersangka sudah dititipkan ke Lapas Kelas IIB Tanjungpandan. Itu usai tersangka tidak ada masalah dengan kesehatannya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belitung I Gede (IG) Punia Atmaja mengatakan, selama 20 hari kedepan kedua tersangkap dititipkan ke Lapas sembari menunggu jadwal sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Dia menjelaskan, sebelum pihak kejaksaan menetapkan keduanya sebagai tersangka setelah pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti. Selain itu, pihak Inspektorat juga telah melakukan penghitungan kerugian negara sebesar Rp 1.120.358.746.

“Uang yang dikorupsi merupakan anggaran dana desa tahun 2018 – 2019. Dari Miliar rupiah, ada sebagian uang dikembalikan,” kata IG Punia kepada menggelar konferensi pers di Kantor Kejari Belitung.

Dalam kasus ini, keduanya dijerat dengan Primair Pasal 2 Ayat (1), Subsider Pasal 3 Ayat ke 1 juncto 20 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Keduanya bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi. Namun untuk peran keduanya, nanti akan dibuktikan pada saat persidangan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, diduga menyelewengkan APBDes Air Saga tahun 2018-2019, dua orang resmi ditetapkan sebagai tersangka Tipikor oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung.

Atas perbuatan kedua tersangka yakni GY (wanita) dan AHB (laki-laki) negara mengalami kerugian Rp 1.120.358.746. Dalam penaanganan kasus ini, ada sebanyak 17 orang saksi dari desa dilakukan pemeriksaan. Selain itu, Kejari Belitung juga memeriksa ahli.

Ketika menjalankan aksinya, kedua tersangka mengambil uang di Bank Sumsel Babel. Yakni, dengan cara membuat slip penarikan uang yang tidak sesuai dengan nilai tertera dalam Surat Permintaan Pembayaran (SPP). Atau Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang sebenarnya. Kegiatan ini berlangsung sejak periode tahun 2018 sampai 2019. (kin)