Hasil Autopsi Kasus Pembunuhan di Hotel Belitong Keluar Hari Ini

oleh -
asil Autopsi Kasus Pembunuhan di Hotel Belitong Keluar Hari Ini
Jajaran Polres Belitung saat melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Gladis di Hotel Belitong, Desember 2021 lalu.

BELITONGEKSPRES.CO.ID, TANJUNGPANDAN – Berkas kasus pembunuhan wanita bernama Gladis Anggun Fradinanty (28) di kamar Hotel Belitong masuk Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung. Penyidik Satreskrim Polres Belitung telah melimpahkan berkas tahap satu tersangka Ilham (25), ke Kejari Belitung.

“Berkas tersebut telah kita limpahkan ke kejaksaan (Kejari Belitung, red), pada tanggal 27 Desember 2021 tahun lalu,” kata Kasatreskrim Polres Belitung Iptu Edi Purwanto, kepada Belitong Ekspres, Kamis (6/1) kemarin.

Dia menjelaskan, sebelum mengirim berkas tahap satu ke Kejari Belitung, jajarannya telah melakukan penyelidikan dan penyidikan. Yakni, menangkap tersangka dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Selain itu, polisi juga menggelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara di Hotel Belitong jalan Sriwijaya Tanjungpandan. Ada sebanyak 34 adegan dipergakan dalam reka ulang kasus pembunuhan tersebut.

Mulai dari tersangka Ilham memboking korban (Open BO) melalui aplikasi Michat, lalu datang ke Hotel Belitong hingga akhirnya terjadilah kasus pembunuhan serta pencurian di dalam kamar 08 hotel tersebut.

Selain itu, Polres Belitung dibantu oleh Jajaran Polda Babel juga telah melakukan autopsi terhadap korban. Rencananya, beberapa hari ini hasil autopsi akan keluar. “Hari ini rencananya hasil autopsi akan keluar. Untuk hasil autopsi, nanti kita akan informasikan kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Belitung Muhammad Teguh Robby Anggoro mengatakan, pihaknya sudah menerima berkas tersebut dari Penyidik Satreskrim Polres Belitung. “Berkas tersebut sudah masuk ke kejaksaan pekan lalu. Dan saat ini, kita masih melakukan penelitian,” kata Anggoro, kepada Belitong Ekspres.

Dia menjelaskan, dalam berkas tersebut pihak kepolisian menerapkan pasal berlapis dalam kasus pembunuhan yang sempat mengegerkan masyarakat Belitung. “Pasal yang dikenakan oleh penyidik Satreskrim Polres Belitung yakni Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan,” jelasnya.

Kemudian tersangka dijerat pPasal 365 Ayat 3 (KUHP) Tentang Pencurian Dengan Kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” sebut Anggoro.

Berdasarkan pengakuan Ilham di dalam berkas mengatakan, sebelum terjadinya kasus pembunuhan ini, keduanya sempat melakukan hubungan suami istri. Lalu keduanya cekcok, lantaran Ilham menginginkan melepas alat kontrasepsi pada saat melakukan hubungan intim tersebut.

Akan tetapi, korban menolak dan menyuruh untuk segera membayar uang yang telah disepakati. Mendengar ungkapan itu, Ilham langsung emosi dan mencekik leher korban. Korban sempat melakukan perlawanan. Namun, tersangka kembali mencekik leher Gladis hingga akhirnya meninggal dunia.

Setelah korban meninggal, Ilham melihat ada beberapa perhiasan yang dipakai di tangan Gladis. Melihat hal itu, dia langsung mengambil perhiasan tersebut. Lantas dia juga mencari barang berharga lainnya. “Kita masih dalami berkas tersebut. Setelah itu kita akan kembalikan ke penyidik, jika ada kekurangan dalam pemberkasan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pembunuh wanita muda asal Pulau Bangka di kamar Hotel Belitong, Jalan Sriwijaya, Tanjungpandan, Belitung, akhirnya tertangkap. Gadis cantik bernama Gladis Anggun Fradinanty (28) ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana dan bersimbah darah di dalam kamar 08, Senin (13/12) siang.

Selain ditemukan mayat korban dengan kondisi bugil dan ada bercak-bercak darah, juga didapati kondom bekas pakai. Diduga sebelum meregang nyawa, korban sempat berhubungan intim.

Pelaku pembunuhan yang diketahui bernama Ilham (25) yang merupakan warga Jalan Pagar Alam, Tanjungpandan, berhasil diringkus Tim Alap-alap Satreskrim Polres Belitung, Selasa (14/12) malam. (kin)