Waspada Melaut! Gelombang di Perairan Belitung Bisa Capai 3,4 Meter

oleh -
Waspada Melaut! Gelombang di Perairan Belitung Bisa Capai 3,4 Meter
Hempasan gelombang besar yang menyapu Pantai Tanjung Kelayang, Sijuk, Senin (6/12).

BELITONGEKSPRES.CO.ID, TANJUNGPANDAN – Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Kelas III H. AS Hanandjoeddin Ridwanto mengatakan, dalam satu minggu ini diperkirakan gelombang di perairan Belitung bisa mencapai Capai 3,4 Meter.

“Selain itu, sekarang ini sedang masuk musim penghujan, diperkirakan dalam satu minggu kedepan Belitung agak turun hujan,” kata Ridwanto kepada Belitong Ekspres, Senin (6/12) kemarin.

Ridwanto melanjutkan, untuk tinggi gelombang di sekitar perairan Belitung bisa mencapai 1,75 meter hingga 3,4 meter dengan kondisi arus laut yang cukup kuat.

Oleh sebab itu dirinya mengingatkan para nelayan agar selalu berhati-hati dan waspada saat turun melaut, karena arus yang cukup kuat disertai gelombang yang cukup tinggi.

“Diperkirakan untuk gelombang bisa mencapai 1,7 sampai 3,4 meter, belum lagi kondisi arus yang cukup kuat. Untuk itu tetap harus waspada saat melaut,” tutupnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPC HNSI Kabupaten Belitung Jasman mengimbau para nelayan untuk mewaspadai terjadinya gelombang tinggi ketika turun melaut. “Kami mengimbau agar nelayan selalu memantau perkembangan cuaca sebelum memutuskan untuk turun melaut,” katanya.

Selain itu nelayan diharapkan dapat mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri untuk melaut jika kondisi cuaca sedang dalam keadaan tidak baik.

“Kalau cuaca buruk kami harapkan tidak memaksakan diri turun melaut karena keselamatan adalah hal utama keluarga menanti di rumah,” tutupnya.

Lebih lanjut Jasman mengatakan, berdasarkan informasi perkembangan cuaca yang dirilis oleh BMKG, prakiraan tinggi gelombang di perairan Selat Gaspar berkisar 1,25 sampai 2,5 meter.

“Memang gelombang masih dalam kategori sedang namun karena terjadinya kondisi anomali cuaca saat ini yang cepat berubah tiba-tiba hujan dan badai maka imbau tetap berhati-hati,” katanya.

Ia mengimbau, nelayan dapat memastikan alat keselamatan di dalam kapal berfungsi dengan baik jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

“Alat-alat keselamatan seperti pelampung dan radio komunikasi harus berfungsi baik karena ini penting jika kita menghadapi kondisi darurat dan keadaan gawat,” tukas Jasman. (rez)