Banner PLN Babel

Gedung IGD RSUD Beltim Sudah Tak Layak Lagi, Ini Janji Komisi III DPRD Beltim

oleh -
Gedung IGD RSUD Beltim Sudah Tak Layak Lagi, Ini Janji Komisi III DPRD Beltim
Foto bersama saat kunjungan kerja dari Komisi III DPRD Beltim, Senin (14/9) kemarin.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Kondisi Gedung IGD RSUD Beltim dianggap tidak lagi layak lagi. Keterbatasan ruangan penanganan pasien gawat darurat menyebabkan kesulitan tersediri apabila banyak pasien yang harus ditangani intensif.

“Kondisi ruang gedung IGD RSUD Beltim saat ini tidak layak,” ujar Direktur RSUD Beltim dr Vonny Primasari, MARS, saat menerima kunjungan kerja dari Komisi III DPRD Beltim, Senin (14/9) kemarin.

Dokter Vonny mengatakan, ruangan IGD idealnya harus satu pintu dengan kapasitas tampung lebih banyak pasien dari semua pelayanan pemeriksaan kesehatan di RSUD.

Saat ini hanya terdapat 5 buah ruangan rawat pasien sehingga dirasakan belum memadai. Akibatnya ruang IGD sama saja layaknya pelayanan jiwa ataupun kebidanan yang masih berjalan sendiri-sendiri.

“Kami berharap IGD dan Gedung Bedah Sentral yang baru dan representatif dapat dibangun tahun depan, dengan dana DAK yang sudah diusulkan ke Kementerian Kesehatan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Beltim Jafri mengungkapkan, kunjungan mereka kali ini adalah dalam rangka melihat kondisi pelayanan yang ada IGD RSUD Beltim. Kunjungan didampingi Wakil Ketua Akhirudin dan Anggota Koko Haryanto.

“Namun dari penjelasan yang disampaikan oleh ibu Direktur RSUD tadi, memang ada permasalahan hukum terkait pembangunan Gedung Bedah Sentral, sehingga prosesnya memang tidak bisa dilanjutkan. Berkenaan hal itu, kita tentunya akan menghormati proses hukum yang ada tersebut,” ujar Jafri

Politisi Golkar itu melanjutkan, pihaknya berjanji segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mendorong pembangunan gedung bedah dapat dilaksanakan tahun depan.

“Kita mendorong pembangunan ini tetap berjalan sekaligus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar mereka dapat memperhatikan permasalahan terkait pelayanan kesehatan di daerah kita. Ini semua dilakukan untuk kepentingan pelayanan dasar kepada masyarakat,” pungkasnya. (msi)