Gara-gara Ucapan Idul Fitri, Menag Kembali Menuai Kecaman

oleh -
Gara-gara Ucapan Idul Fitri, Menag Kembali Menuai Kecaman
Ucapan Idul Fitri Gus Yaqut dikecam publik--Instagram/@gusyaqut.

BELITONGEKSPRES.CO.ID, JAKARTA – Gara-gara postingan ucapan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas kembali menuai Kecaman.

Sebab, dalam postingan selamat Idul Fitri, Gus Yaqut sapaan akrabnya seolah membanggakan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang diketahui kini berjumlah 7 juta orang.

Publik menilai, Gus Yaqut seolah tidak memposisikan dirinya sebagai Menteri Agama, melainkan ia mengucapkan Hari Raya Idul Fitri dengan menyandang jabatan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor.

Hal itu terungkap dari unggahan Twutter pribadi Gus Yaqut @YaqutCQoumas, dikutip pada 5 Mei 2022. Menag mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 2022.

Dalam unggahan tersebut, Menag Yaqut meminta maaf kepada masyarakat dengan mencantumkan jabatannya sebagai pemimpin organisasi dengan jutaan anggota.

“Sebagai manusia biasa, apalagi pimpinan organisasi dengan 7 juta anggota, tentu saya memiliki bejibun kesalahan,” ujar Gus Yaqut seperti dilansir disway.id.

“Ijinkan saya memohon maaf dan memberikan ucapan Selamat Merayakan Idul Fitri 1443 H. Taqabalallahu minna wa minkum. Siyamana wa siyaamakum. Minal aidin wal faizin,” sambungnya.

Sontak saja publik pun geram dan bertanya-tanya, mengapa Gus Yaqut lebih memilih mencantumkan jabatannya sebagai ketua GP Ansor dibandingkan Menteri Agama (Menag).

Unggahan tersebut pun ramai ditanggapi oleh publik, hingga mendapatkan 320 Retweet dan 2 ribu lebih like.

“Saran saya sebaiknya kamu mundur jadi mentri, lebih cocok jadi ketua Ormas. Pikirkan baik baik” @HukumDan.

“Dia memposisikan diri sebagai pemimpin ormas bukan menteri agama jadi selow aja dan jangan di maafkan pemimpin ormas pembakar bendera tauhid” @Imamjajuli12.

“Nih org sbgai Mentri atau ketua Ormas sih. Klu lu Mentri ucapannya kpd slrh rkyt Indonesia. ngak usah lu bawa” ormas lu yg katanya 7 juta atau 11rb T” @sampeong.

“Anggota Banser katanya 7 jutaBila seragam mereka 1 set 500 ribuBrarti 7 juta x 500 ribu = Rp 3.5 Trilyun untuk seragamnya saja loh!!!
Pertinyiinnyi…dapat uang darimana mereka sebanyak itu hanya untuk seragamnya?” @pujiwidodo219.

“Benar saja itu yg tujuh juta banyak yg bikin dosa.jaga gereja dangdutan mabok main perempuan,ya mereka kan atas nama organisasi.dosa nya mengalir ke atas”@AmriCandra2.

“Sekelas mentri agama memberikan ucapan hari besar keagamaan dengan penampilan dan membanggakan memimpin salah satu ormas..?

Hahahaa sepertinya anda lebih cocok jadi ketua karang taruna ketimbang mentri agama kalau bahasamu masih ndeso dan norak abis gitu..” @MrBool87.

Kontroversi Gus Yaqut
Sebelumnya Gus Yaqut pernah dituding bandingkan suara azan dengan gonggongan suara anjing.

Banyak publik yang mengecam atas pernyataan Gus Yaqut itu. Bahkan sejumlah umat muslim sampai menggelar aksi di depan Kantor Kemnterian Agama (Kemenag).

Dikutip dari FIN.co.id, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengajak massa yang hendak berdemo untuk mendengarkan pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menggunakan nurani.

Sebagai manusia biasa, apalagi pimpinan organisasi dengan 7 juta anggota, tentu saya memiliki bejibun kesalahan. Ijinkan saya memohon maaf dan memberikan ucapan Selamat Merayakan Idul Fitri 1443 H. Taqabalallahu minna wa minkum. Siyamana wa siyaamakum. Minal aidin wal faizin pic.twitter.com/YecZ4Ftohm — Yaqut Cholil Qoumas (@YaqutCQoumas) May 1, 2022

Ia menyebut, Yaqut tidak memiliki niat membandingkan suara azan dengan gongongan anjing.

“Kepada saudaraku yang akan berdemo, saya mengajak kita semua untuk secara otentik dan jujur mendengarkan bisikan nurani terdalam kita tanpa ada benci, dendam, dan kepentingan tentang pernyataan Gus Menteri,” kata Kamaruddin dalam keterangannya, Jumat, 4 Maret 2022.

Ia mengajak massa untuk kembali membaca secara utuh pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas sembari memahami konteks dan substansi dari Surat Edaran Nomor 05/2022 tentang Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

Kamaruddin yakin dengan memahami konteks tanpa dibarengi dengan rasa dendam maupun amarah, dalam pernyataan Yaqut itu tidak ada maksud membandingkan suara adzan dengan gonggongan anjing.

Menurutnya, latar belakang Menag sebagai seorang santri yang tumbuh besar di lingkungan pesantren di bawah tempaan almarhum ayahnya yang seorang ulama, tak mungkin Menag melakukan seperti yang dipersepsikan.

“Atas nama kemaslahatan dan persaudaraan seiman dan setanah air, janganlah kita mengamplifikasi, mengkapitalisasi, mengeksploitasi apalagi menuduhkan hal yang tidak sesuai dengan fakta. Beliau sedang berjuang dan bekerja keras untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” jelasnya.

Kamaruddin juga mengajak masyarakat untuk berkomunikasi dengan mengedepankan keadaban publik, berbaik sangka, dan saling menghargai. (disway.id)