Gapabel: Seharus Yudi Amsoni Didukung Sebagai Pejuang Pelestarian Mangrove

oleh -
Gapabel: Seharus Yudi Amsoni Didukung Sebagai Pejuang Pelestarian Mangrove
Foto Ist

BELITONGEKSPRES.CO.ID, TANJUNGPANDAN – Aktivis Lingkungan Gabungan Pecinta Alam Belitong (Gapabel) ikut angkat bicara menanggapi aksi ratusan penambang timah yang menyerbu kediaman Yudi Amsoni di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kamis (6/1).

Ketua Gabapel Yuda Pratama menyayangkan aksi dugaan persekusi secara langsung terhadap salah satu pejuang pelestarian hutan mangrove Desa Sukamandi Kabupaten Beltim itu.

Pasalnya, seseorang atau sekelompok orang yang berusaha mempertahankan lingkungan dari aktifitas tambang ilegal malah mendapatkan persekusi dan intimadasi dari penambang tersebut.

Seharusnya tindakan Yudi Senga sapaan pengurus Fordas Beltim didukung sebagai cerminan untuk pelestarian hutan. Bukan malah mendapat perlakuan yang melanggar hak azasi manusia, karena mempertahankan lingkungan dari tambang ilegal

“Ini kontradiktif, paradoksal dan tidak proporsional. Sungguh realitas yang mengecewakan, mestinya para pelaku tambang ilegal inilah yang harus dihukum seberat-beratnya dan diusir karena sudah merusak hutan mangrove dan daerah aliran sungai . Cost recovery dari keruskan yang ditimbulkan tak ternilai.dan ini sangat merugikan lingkungan,” kata Yuda dalam keterangan pers Gapabel, Jumat (7/1).

Oleh karena itu, Gapabel mendesak aparat hukum untuk bertindak proaktif dalam menyikapi kasus ini. Bukan hanya terkesan diam dan mengaminkan apa yang terjadi atas kejadian tersebut.

“Negeri ini negeri hukum seharusnya diselesaikan secara hukum, tindakan Yudi Sengah seharusnya kita apresiasi bukan malah diintimidasi dan dipersekusi seperti itu,” tegasnya.

Jika menggunakan perspektif hukum Pasal 66 UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, lanjutnya, jelas bahwa setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun perdata.

“Harapan kami, jangan sampai dengan adanya kejadian tersebut menurunkan wibawa pemerintah dan aparat hukum, karena melakukan pembiaran terhadap pelanggaran hukum,” tandas Yuda.

Diberitakan sebelumnya, rumah Yudi Amsoni, salah satu aktivis lingkungan di Kabupaten Beltim, Provinsi Bangka Belitung (Babel) ‘diserbu’ massa dari mengaku dari perwakilan penambang timah.

Kedatangan ratusan penambang timah Kamis (16/1), adalah buntut dari postingan pengurus Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Kabupaten Beltim di media sosial Facebook.

Akibat postingan pria yang akrab disapa Yudi Senga, aktivitas tambang inkonvensional (TI) jenis Tower di kawasan DAS Manggar, lantas ditertibkan oleh aparat kepolisian dan stop beroperasi.

Dalam video yang kadung viral, para penambang yang memadati kediaman Yudi Senga di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, memintanya untuk minta maaf atas kesalahan yang diperbuat tersebut.

Kemudian, perwakilan penambang meminta Yudi Senga untuk mencabut laporan dan menghapus semua postingan di media sosial facebook. Bahkan, meminta Yudi Senga untuk angkat kaki dari Pulau Belitong. (red)