Demplot Cabai Bantuan BI di Mempaya Panen

oleh -
Demplot Cabai Bantuan BI di Mempaya Panen
Panen dilakukan bersama kelompok tani dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Beltim.

BELITONGEKSPRES.CO.ID, DAMAR – Demontration Plot (Demplot) cabai bantuan program Bank Indonesia di kebun Kelompok Tani (Poktan) “Sepaham” Desa Mempaya, Kecamatan Damar akhirnya dipanen pada Selasa pekan lalu. Panen dilakukan bersama kelompok tani (poktan) dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Beltim.

Plt Distangan Trijaka Priyono menjelaskan demplot Program Bantuan Sosial Bank Indonesia telah dimanfaatkan dengan baik oleh petani yang tergabung dalam poktan. Bantuan tunai via transfer sebesar Rp 15 juta telah dimanfaatkan untuk membeli sarana produksi berupa benih, pupuk, pestisida dan sebagainya.

Sebelumnya juga perwakilan kelompok tani telah diikutkan dalam kegiatan pelatihan untuk pengenalan penggunaan mikroba dekomposer serta pembenah tanah dan sudah diaplikasikan dalam kegiatan budidaya cabai ini.

“Sebagai hasil dari pelaksanaan program dapat kami sampaikan bahwa di Kelompok Tani Sepaham Desa Mempaya, Alhamdulillah sudah memasuki masa panen dan mudah-mudahan dapat terus berproduksi secara maksimal,” ujar Trijaka.

Tak sampai disitu, Poktan juga sudah mendapatkan sertipikat keamanan pangan kategori prima 3 dengan telah selesainya registrasi kebun. Artinya kebun bebas dari bahan berbahaya dan beracun sehingga aman untuk dikonsumsi.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Heryanto mengatakan keberadaan demplot cabai Poktan Sepaham desa Mempaya diharapkan memicu pertumbuhan cluster-cluster baru dalam membudidayakan tanaman cabai.

Harapannya produksi tanaman cabai di Beltim meningkat sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada pemasukan cabai dari luar dan dampak lainnya juga bisa menekan harga cabai,” ujar pria yang akrab disapa Danton.

Ia menjelaskan, program sosial dari Bank Indonesia tahun 2021 juga menyasar Poktan lainnya. Total ada sebanyak 4 kelompok yaitu Gapoktan Merante Hijau Desa Selinsing, Gapoktan Mufakat desa Gantung, Gapoktan Harapan Tani Sejahtera Desa Renggiang, Gapoktan Sepaham Desa Mempaya.

Masing-masing Poktan menerima bantuan dari Bank Indonesia senilai Rp.15 juta untuk kebutuhan sarana produksi cabai, setiap kelompok kurang lebih ada 10 orang pengurus dari desa setempat.

“Untuk tahun depan kami masih terus berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia mudah-mudahan program ini bisa berlanjut. Kita juga mengharapkan bukan hanya komunitas cabai saja namun kami harap akan ada komunitas bawang merah yang bisa menekan inflasi harga bawang merah, di beberapa tempat seperti desa Jangkang, desa Selinsing dan desa Air Kelik sudah pernah kita uji cobakan dan hasilnya cukup potensial,” tambahnya.

Dipilihnya tanaman cabai pada program bantuan sosial Bank Indonesia lebih didasari alasan kemudahan cabai dibandingkan jenis tanaman sayur sayuran. Ketua Poktan Sepaham Suhairil menjelaskan untuk penanaman cabai ini kurang lebih memerlukan waktu 3,5 bulan sampai panen. Dimulai dari pengolahan tanah, pembibitan dan panen.

Hasil cabai yang bagus memang lebih baik di musim panas karena perawatannya akan lebih mudah. “Tidak seperti dimusim hujan sering terkendala dengan hama dan dibutuhkan perawatan yang lebih,” kata Suhairil.

Untuk tanaman cabai di Poktan Sepaham, Suhairil menjelaskan perlakuan tanaman cabai menggunakan pupuk kompos dan organik. Sehingga hasilnya cukup memuaskan bahkan bisa panen berkali-kali.

“Alhamdulillah la ade 4 sampai 5 kali panen la dijual-jual ke pasar, ke toko-toko kan online, disini ada 3 macam varian cabai kecil yang ditanam yaitu Dewata, Sifon dan Ori 212, pedasnye hampir sama,” ujar Suhairil.

Sebagai Ketua Poktan, Suhairil mengaku bersyukur atas bantuan bibit maupun sarana prasarana pertanian yang diterima kelompoknya. Apalagi, hasil panen dapat membantu perekonomian keluarga mereka.

“Yang panen biasanya ada empat orang. Satu hari dari pagi sampai sore kalau panen bisa sampai 30 kiloan biasanya gak cukup satu hari. Dan yang lebih subur ini varian Sifon, bentuknya lebih panjang dan berat dibandingkan dengan cabai Ori 212 yang meskipun lebih besar tapi lebih berat Sifon. Kalau cabe Dewata lebih kecil-kecil,” ujar Tamsaria salah satu pengurus Poktan Sepaham. (msi)