Banner PLN Babel

Cuaca Buruk, Harga Ikan Segar di Pasar Tanjungpandan Melambung

oleh -
Cuaca Buruk, Harga Ikan Segar di Pasar Tanjungpandan Melambung
Sekretaris Forum Pasar Ikan Peduli Tanjungpandan, Dian Idil Pratama.

belitongeksppres.co.id, TANJUNGPANDAN – Harga ikan segar di Pasar Tanjungpandan, Kabupaten Belitung mengalami melambung hingga 50 persen. Kenaikan harga disebabkan faktor cuaca dan pasokan ikan yang kurang.

“Harga normal 20 ribu hingga 30 ribu, tapi harga 50 ribu, itu bisa mencapai 50 persen kenaikan harganya,” kata Sekretaris Forum Pasar Ikan Peduli Tanjungpandan, Dian Idil Pratama kepada Belitong Ekspres, Selasa (14/9).

Menurut Idil sapaan akrabnya, saat ini nelayan masih turun melaut, akan tetapi untuk daerah jarak mill tertentu. Sehingga membuat hasil tangkapan dan pasokan ikan jauh berkurang dari biasanya.

Rata-rata ikan di plang pedagang saat ini ikan bilis harga Rp 20 ribu, ikan selar Rp 25 hingga Rp 30 ribu, kerisi Rp 45 hingga Rp 50 ribu. Sedangkan harga normal Rp 25 hingga Rp 30 ribu, ikan bulat mencapai Rp 50 ribu perkilogram, kalau harga normal Rp 30 ribu untuk ikan bulat kecil.

“Sementara harga ikan ekspor seperti tenggiri Rp 60 ribu sekilo. Jadi, emang pasokan ikan ekspor gitu kurang, karena tangkap ikan terkendala cuaca ekstream, gelombang tinggi, angin ribut dan lain-lainnya,” bebernya.

Idil menyebutkan kondisi harga ikan mulai naik, juga sejak musim ubur-ubur, sebab ada sebagian nelayan yang fokus mencari ubur-ubur.

Ditambah terhambat jarak melaut karena kurangnya persediaan BBM jenis solar. “Solar sekarang susah bang, bisa jadi faktor nelayan tidak melaut,” terangnya.

Kemudian, juga saat ini produksi cumi-cumi sedang banyak di Belitung. Namun harga cumi cukup rendah untuk kebutuhan ekspor yakni Rp 60 ribu, jika sebelumnya mencapai Rp 80 ribu. Sedangkan untuk kebutuhan lokal cumi-cumi kecil sekitar Rp 25 ribu perkilogram.

Sementara itu kepala Seksi Kesyahbandaran PPN Tanjungpandan Darmono mengatakan, kondisi gelombang di Selat Karimata masih dalam kondisi normal yaitu 1 hingga 2 meter, tapi semalam terjadi angin ribut barat daya.

“Memang satu dua hari ini cuaca tidak menentu, tapi bisa dikatakan masih aman, kalau gelombang sudah 2,5 meter itu sudah rawan,” kata Darmono kepada Belitong Ekspres, kemarin.

Darmono menyebutkan saat ini nelayan ada yang melaut, kebanyakan nelayan menangkap cumi. Sedangkan nelayan bubu masih normal, kalau nelayan jaring belum turun karena masih bulan terang.

“Saat ini belum ada arahan dari BMKG atau pusat bahwa lampu kuning untuk nelayan, kalau ada langsung kita share,” jelasnya.

Ia pun tidak menampik kalau kurangnya persediaan BBM jenis solar bagi nelayan, juga mempengaruhi produksi ikan nelayan. “Kita akui, jangankan solar, premium aja susah saat ini,” tandas Darmono. (dod)