Covid-19 Turun, Ekspor Kepiting Bakau Belitung Meningkat

oleh -
Covid-19 Turun, Ekspor Kepiting Bakau Meningkat
Pengusaha Kepiting Bakau asal Desa Juru Seberang, Darsono.

BELITONGEKSPRES.CO.ID, TANJUNGPANDAN – Sektor usaha perikanan di Belitung perlahan-lahan kembali bangkit pasca turunnya kasus Covid-19. Salah satunnya ekspor kepiting Bakau Belitung,

Salah satu pengusaha Kepiting Bakau asal Desa Juru Seberang, Darsono mengatakan, pasca menurunnya kasus Covid-19 di berbagai negara membuat permintaan kepiting kembali meningkat.

“Alhamdulillah hari ini ada permintaan sebanyak 50 kilogram menuju Singapura,” kata Darsono yang juga Kepala Desa Juru Seberang kepada Belitong Ekspres Rabu (19/1) kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, ekspor kepiting Bakau dilakukan guna memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar Singapura menjelang Tahun Baru Imlek 2021 yang terhitung dua pekan lagi.

“Menjelang perayaan Imlek setiap tahunnya permintaan ekspor Kepiting Bakau meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasanya. Memang dua minggu menjelang perayaan Tahun Baru Imlek permintaan kepiting bakau naik dan akan kembali normal dua minggu setelah Imlek,” katanya.

Menurut Darsono, kepiting tersebut diekspor menuju Singapura melalui perusahaan kargo di Jakarta. “Sebelum di kirim kepiting bakau ini disortir terlebih dahulu sesuai ukuran kemudian dikemas dalam kotak styrofoam,” terangnya.

Dijelaskannya, harga kepiting Bakau untuk satu kilogram berkisar antara Rp 350-400 ribu per kilogram. Untuk ukuran 700 gram antara Rp 300-350 ribu per kilogram, sedangkan ukuran 500 gram antara Rp 200-250 ribu per kilogramnya.

“Kepiting Bakau saya peroleh memang beli di nelayan dan sebagian dari pengumpul. Selain memenuhi permintaan ekspor, kepiting Bakau tersebut juga dijual di pasar lokal atau restoran setempat,” kata Darsono.

Belitung kata Darsono memang bukan daerah penghasil terbesar kepiting bakau seperti Tarakan dan Papua. Namun potensi usaha kepiting Bakau di Belitung sangat menjanjikan.

“Makanya kami berharap ke depannya ada semacam program budidaya kepiting bakau karena nilai jualnya cukup tinggi,” pungkasnya. (rez)