Buku Kedua ‘Memenuhi Panggilan Rakyat’ H. AS Hanandjoeddin Diluncurkan

oleh -
Buku Kedua Kisah 'Memenuhi Panggilan Rakyat' H. AS Hanandjoeddin diluncurkan
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan ketika menyerahkan buku "Memenuhi Panggilan Rakyat: Kiprah dan Kenangan Sosok Bupati H.AS Hanandjoeddin" kepada perwakilan keluarga Almarhum H. AS Hanandjoeddin. (babel.antaranews.com/Apriliansyah)

BELITONGEKSPRES.CO.ID, TANJUNGPANDAN – Buku kedua tentang kisah perjuangan tokoh pejuang asal Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), H. AS Hanandjoeddin berjudul “Memenuhi Panggilan Rakyat: Kiprah dan Kenangan Sosok Bupati H. AS Hanandjoeddin” resmi diluncurkan, Rabu (20/10).

“Buku ini menceritakan mengenai kiprah dan kenangan sosok H. AS Hanandjoeddin semasa menjabat Bupati Belitung tahun 1967-1972,” kata penulis buku “Memenuhi Panggilan Rakyat: Kiprah dan Kenangan Sosok Bupati H. AS Hanandjoeddin”, Haril Andersen usai peluncuran buku.

Acara peluncuran berlangsung di Pandan House Restoran, Tanjungpandan, dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi Babel, Erzaldi Rosman, Asrena Korpspaskhas, Kolonel (Pas) Nasser mewakili Dankorpspaskhas Marsekal Muda TNI Eris Widodo Yuliastono,

Hadi pula Marsekal Muda (Purn) Tatang Kurniadi dan Wakil Gubernur Lemhanas RI, Marsekal Madya TNI Wieko Sofyan yang berkesempatan menyampaikan sambutan secara virtual dan unsur forkopimda setempat.

Haril Andersen mengatakan, penulisan buku tersebut difokuskan membahas mengenai kiprah dan kenangan sosok H. AS Hanandjoeddin semasa menjabat Bupati Belitung tahun 1967-1972.

“Apa yang beliau lakukan selama menjabat Bupati Belitung semua tergambar dalam buku ini. Baik dari sisi pembangunan, kepemimpinan serta kedekatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, penulisan buku biografi kedua kisah perjuangan H. AS Hanandjoeddin mulai dilakukan sejak 2018 diawali dengan pengumpulan data baik melalui naskah, arsip, hingga mewawancarai langsung saksi sejarah yang masih hidup.

“Jadi buku ini adalah kombinasi pemaparan dari berbagai narasumber sehingga memang cukup banyak narasumber hampir 50 orang yang sudah kami verifikasi semua,” katanya.

Ia menambahkan, selain itu, penulisan buku kedua biografi kisah perjuangan H. AS Hanandjoeddin tersebut guna melengkapi dokumen pengajuan kembali H. AS Hanandjoeddin menjadi pahlawan nasional yang sebelumnya sempat tertunda.

“Buku “Sang Elang” dan “Memenuhi Panggilan Rakyat” ini merupakan literatur kesejarahan perlu disajikan dalam naskah akademis untuk pengusulan pahlawan nasional,” ujarnya.

Ia berharap, peluncuran buku ini dapat menjadi tambahan kelengkapan data untuk pengusulan kembali H.AS Hanandjoeddin Belitung untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional. “Semoga dengan adanya kelengkapan data ini pengajuan nanti bisa lancar,” tukasnya. (ant)